Cara Menggoreng Kerupuk Mentah supaya Mekar Sempurna
Ternyata masalahnya bukan kerupuknya β tapi caranya
Saya pernah menggoreng kerupuk sampai keras kaya batu, alot, dan ada juga yang gosong di luar tapi masih mentah di dalam. Setelah salah berkali-kali, baru saya paham di mana letak kesalahannya.
βKerupuk ini kenapa keras banget? Padahal sudah saya goreng lama.β
β Saya, waktu gagal menggoreng sepanci kerupuk sampai keras semua.
Pertama kali saya menggoreng kerupuk mentah, saya pakai cara paling masuk akal di kepala saya: minyak secukupnya, kerupuk dimasukkan, api kecil, lalu diaduk-aduk biar matang merata. Hasilnya? Kerupuk keras, alot, dan cuma sedikit yang mekar. Sebagian malah masih keras setelah didiamkan lama.
Ternyata cara saya salah dari awal. Dan yang bikin saya kesal, penyebabnya cuma empat hal β dan semuanya gampang diperbaiki.
Kalau kerupuk tidak mekar, biasanya ini penyebabnya
1. Minyaknya belum cukup panas
Ini penyebab paling sering. Kerupuk butuh minyak yang benar-benar panas. Kalau minyaknya baru hangat, kerupuk akan menyerap minyak sebelum sempat mengembang β dan hasilnya keras.
2. Minyaknya terlalu sedikit
Kerupuk harus terendam, bukan sekadar digoreng di lapisan tipis minyak. Kalau cuma setengah terendam, sisi bawahnya mengembang sementara sisi atasnya keras.
3. Kerupuknya sudah lembap
Kerupuk mentah yang dibiarkan terbuka β apalagi di dapur yang lembap β akan menyerap uap air dari udara. Kerupuk yang sudah lembap hampir tidak mungkin mekar sempurna.
4. Terlalu banyak sekaligus
Kalau kerupuk dimasukkan sekaligus banyak, suhu minyak langsung turun. Kerupuk jadi saling menempel, tidak mekar merata, dan sebagian keras.
Ternyata bukan cuma pengalaman saya β ini juga diteliti
Setelah saya pikir-pikir, saya jadi penasaran: apakah kerupuk memang sesensitif itu? Ternyata pertanyaan ini sudah diteliti serius di jurnal-jurnal pangan. Dan temuan mereka menjelaskan persis apa yang saya alami di dapur.
Suhu penggorengan memang penentu
Hendrikayanti dkk. (2022) meneliti optimasi waktu pengukusan dan suhu penggorengan kerupuk ikan patin. Penelitian itu memakai metode statistik untuk mencari kombinasi terbaik antara keduanya β artinya dua hal itu memang sama-sama menentukan mutu kerupuk yang dihasilkan.
Cara mengeringkan berpengaruh pada daya kembang
Nugroho & Sukmawati (2020) membandingkan pengeringan matahari (penjemuran) dengan pengeringan oven pada kerupuk udang, lalu mengukur daya kembang dan nilai organoleptiknya. Ini sejalan dengan pengalaman saya: kerupuk yang sudah menyerap lembap memang sulit mekar, dan menjemurnya kembali sebelum digoreng membantu.
Komposisi tepung menentukan seberapa besar mengembang
Chaniago dkk. (2019) menguji kombinasi tepung terigu dan tepung tapioka terhadap daya kembang kerupuk. Ternyata perbandingannya berpengaruh. Inilah kenapa kerupuk aci (yang didominasi tapioka) berbeda mengembangnya dengan kerupuk yang banyak terigunya β dan kenapa tiap jenis kerupuk perlu perlakuan berbeda.
Khusus kerupuk kulit dan kerupuk talas
Tukan dkk. (2025) meneliti kerupuk kulit dan menemukan bahwa lama perendaman dalam air kapur berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, daya kembang, warna, rasa, dan bentuk. Sementara Oktaviani (2018) meneliti mutu kerupuk talas dan mengukur volume pengembangannya. Dua-duanya menunjukkan hal yang sama: bahan mentahnya sangat menentukan hasil akhir.
Catatan: penelitian-penelitian itu dilakukan pada jenis kerupuk tertentu. Tapi polanya konsisten β kadar air bahan dan suhu minyak adalah dua hal yang paling menentukan. Dua hal itu pula yang paling sering saya salahi dulu.
Urutan yang akhirnya berhasil
Setelah beberapa kali coba, ini urutan yang akhirnya konsisten berhasil di dapur saya:
- Panaskan minyak lebih dulu. Tunggu sampai benar-benar panas β jangan menebak dari asapnya, karena minyak yang mulai berasap justru sudah terlalu panas.
- Tes pakai satu kerupuk. Kalau kerupuk mengembang dalam hitungan detik dan naik ke permukaan, minyaknya sudah siap. Kalau diam saja, tunggu lagi sebentar.
- Goreng sedikit-sedikit. Tiga sampai empat keping untuk wajan kecil. Suhu minyak lebih terjaga, dan hasilnya lebih merata.
- Jangan langsung diaduk. Biarkan kerupuk mengembang sendiri. Kalau diaduk terlalu cepat, kerupuk yang belum mengembang bisa pecah dan keras.
- Angkat, lalu tiriskan. Pakai saringan supaya minyaknya tidak terserap lagi. Taruh di wadah bertutup hanya setelah benar-benar dingin β kalau masih hangat, uapnya bikin kerupuk melempem.
- Jaga api tetap sedang. Api terlalu besar bikin gosong di luar tapi mentah di dalam; terlalu kecil bikin keras.
Cara mengecek minyak tanpa termometer
Masukkan sepotong kecil kerupuk. Kalau langsung mengembang dan naik ke permukaan dalam dua sampai tiga detik, berarti minyaknya sudah cukup panas. Kalau tenggelam dan diam, berarti belum.
Tidak semua kerupuk diperlakukan sama
Ini yang baru saya sadari belakangan β dan ini yang bikin hasil gorengan saya jadi jauh lebih baik. Setiap jenis kerupuk punya ketebalan dan bahan yang berbeda, jadi perlakuan pun perlu disesuaikan.
Kerupuk kulit & rambak
Paling tebal, jadi butuh waktu paling lama. Pakai api sedang dan jangan ditinggal β bagian pinggirnya paling cepat gosong.
Makaroni
Bisa digoreng dua cara: sebentar saja menjadi βbantatβ (keras dan padat), atau lebih lama sampai mekar penuh. Keduanya bukan kegagalan β memang beda selera.
Taro & slondok
Dua-duanya paling cepat matang. Taro mekar seperti jaring bunga, slondok berbentuk bulat berongga. Begitu mengembang, langsung angkat β beberapa detik saja bisa berubah jadi gosong.
Kerupuk aci & gendar
Paling ramah untuk pemula. Mudah mengembang dan tidak gampang gosong, jadi cocok untuk latihan pertama.
Menyimpan kerupuk mentah supaya tetap bagus
Saya sempat menyimpan kerupuk mentah dalam plastik yang cuma diikat karet. Sebulan kemudian kerupuknya lembap dan tidak mau mekar lagi. Sejak itu saya ubah caranya:
- Simpan dalam wadah yang benar-benar tertutup rapat β toples kedap udara lebih baik daripada plastik biasa.
- Jauhkan dari tempat lembap dan sinar matahari langsung. Di dekat kompor atau wastafel itu tempat paling buruk.
- Kalau kerupuk sudah mulai terasa lembap, jemur sebentar di bawah sinar matahari sebelum digoreng. Keringkan benar-benar sebelum disimpan lagi.
Simpan dengan benar, kerupuk mentah bisa tahan berbulan-bulan β dan hasil gorengannya tetap bisa mekar sempurna.
Satu hal kecil yang paling berpengaruh
Kalau saya harus pilih satu perubahan yang paling berdampak, itu bukan merek kerupuknya β tapi memastikan minyaknya benar-benar panas sebelum kerupuk dimasukkan. Sebelum saya disiplin soal itu, sebagian besar kerupuk saya keras. Setelah itu, hampir tidak pernah gagal lagi.
Kerupuk yang saya pakai
Ini kerupuk mentah yang biasa saya goreng di rumah. Semuanya siap goreng, jadi bisa langsung dipraktikkan.
Kerupuk Gendar
Kenyal dan gurih, dari nasi yang dihaluskan.
Lihat detail β
Kerupuk Kulit
Dari kulit sapi, lumer di mulut saat dimakan.
Lihat detail β
Makaroni
Bisa digoreng bantat atau mekar, sesuai selera.
Lihat detail β
Slondok
Dari singkong, berbentuk bulat berongga dan renyah.
Lihat detail β
Taro Original
Mekar seperti jaring bunga β paling cepat matang.
Lihat detail β
Kerupuk Aci
Kerupuk aci klasik yang mudah mengembang.
Lihat detail β
Rujukan jurnal
Semua temuan di atas berasal dari artikel jurnal. Tautan DOI mengarah langsung ke sumbernya.
1. Hendrikayanti, R. dkk. (2022). Optimasi Waktu Pengukusan dan Suhu Penggorengan Kerupuk Ikan Patin Menggunakan Response Surface Methodology.
JFMR β Journal of Fisheries and Marine Research, 6(1).
https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.102. Nugroho, T., & Sukmawati, U. (2020). Pengaruh Metode Pengeringan Kerupuk Udang Windu (Paneaus monodon) terhadap Daya Kembang dan Nilai Organoleptik.
MANFISH JOURNAL, 1(2), 107β114.
https://doi.org/10.31573/manfish.v1i02.1703. Chaniago, R., Lamusu, D., & Samaduri, L. (2019). Kombinasi Tepung Terigu dan Tepung Tapioka terhadap Daya Kembang dan Sifat Organoleptik Kerupuk Terubuk.
Jurnal Pengolahan Pangan, 4(1), 1β8.
https://doi.org/10.31970/pangan.v4i1.204. Tukan, D. K., Sabtu, B., & Armadianto, H. (2025). Pengaruh Lama Pengapuran terhadap Kualitas Kadar Air, Daya Kembang dan Organoleptik pada Kerupuk Kulit Domba Rote.
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani, 5(1), 191β204.
https://doi.org/10.55606/jurrih.v5i1.105105. Oktaviani, S. (2018). Analisis Mutu Kerupuk Talas dengan Perlakuan Bahan Dasar dan Penambahan NaHCO3.
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 5(2), 88β97.
https://doi.org/10.37676/agritepa.v5i2.781
Masih ada yang mau ditanyakan soal menggoreng kerupuk?
Ceritakan saja kendalanya β kerupuk keras, tidak mekar, atau apapun. Saya bantu pikirkan, dan senang kalau tulisan ini benar-benar membantu dapur Anda.
Tanya lewat WhatsAppTulisan lain seputar camilan, bibit, dan budidaya bisa dibaca di halaman artikel winih.id.